Selasa, 13 Maret 2018

RANCANGAN PROGRAM KERJA KEMENPORA DEMA UIN SUNAN KALIJAGA KABINET NUSANTARA SATU PERIODE TAHUN 2018 M



RANCANGAN PROGRAM KERJA KEMENPORA
DEMA UIN SUNAN KALIJAGA
KABINET NUSANTARA SATU
PERIODE TAHUN 2018 M

A.  PENDAHULUAN
Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada nabi Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mengikutinya.
Pemuda merupakan generasi muda yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa Indonesia. Sebagaimana ungkapan dari (Bung Karno) “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . Ini menunjukan bahwa pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa yang dapat merubah pandangan orang dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan ide – ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.  Namun kadang pemuda belum mempunyai tujuan yang jelas dalam mencapai tujuan hidup dan mengembangkan bakatnya. Untuk mencapai tujuan yang jelas dan terarah, maka sebagian pemuda mencari jati diri dan tujuan hidupnya itu melalui kampus. Dan di kampus  mahasiswa mulai mencari kegiatan dalam mengapai tujuan dan menggembangkan bakat yang dimilikinya, baik melalui UKM maupun organisasi mahasiswa yang ada di kampus.
Organisasi mahasiswa yang ada di kampus salah satunya adalah Dewam Eksekutif Mahasiswa (DEMA) yang mana di dalamnya ada kementrian-kementrian, salah satunya adalah kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kemenpora menjadi poros pergerakan dalam pembinaan prestasi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Kementrian ini terbentuk karena perlunya suatu wadah yang dapat menjadi penggangas penyaluran minat dan bakat mahasiswa terkhusus dalam bidang keolahragaan. Selain bergerak di bidang olahraga, kemenpora juga bergerak di bidang kepemudaan melalui program kerja yang erat kaitannya dengan peran pemuda
Semoga dengan adanya suatu wadah yaitu kemenpora mahasiswa yang ada di UIN Sunan Kalijaga bisa menyalurkan minat dan bakat keolahragaaan dan berperan aktif dalam kepemudaan melalui program kerja yang nantinya berkaitan dengan peran pemuda.

B.       GAMBARAN UMUM
Kemenpora mewadahi minat dan bakat mahasiswa. Kementerian ini dibentuk karena perlunya suatu wadah yang dapat menyalurkan minat dan bakat mahasiswa, khususnya dalam bidang olahraga. Tanpa kita ketahui, banyak mahasiswa yang mempunyai potensi besar di bidang olahraga. Selain itu, potensi mahasiswa di bidang seni juga tidak kalah besarnya. Banyak mahasiswa yang unggul dari segi kreatifitasnya. Dengan mengembangkan potensi-potensi tersebut, diharapkan mahasiswa dapat mengejar prestasi dengan mengikuti berbagai perlombaan yang pada akhirnya akan membawa UIN Sunan Kalijaga untuk bisa bersaing bahkan unggul pada lingkup eksternal.
Selain bergerak di bidang olahraga, kemenpora juga bergerak di bidang kepemudaan. Pemuda adalah harapan bangsa. Mereka memiliki potensi yang besar, mimpi yang tinggi, serta idealisme yang kuat dalam dirinya. Serta selalu dapat memberikan peran perubahan untuk masa depan. Dalam bidang kepemudaan, kemenpora menciptakan program kerja yang erat kaitannya dengan peran pemuda. Peranan pemuda dan mahasiswa tentunya masih sangat diperlukan untuk regenerasi dalam mewujudkan dan melanjutkan cita-cita bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu. Maka dari itu diharapkan para generasi muda memahami peranannya dan dapat melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

C.       VISI MISI KEMENTERIAN
·         VISI : Terwujudnya kualitas sumberdaya Pemuda dan Olahraga yang baik  sebagai alat pemersatu warga  UIN Sunan Kalijaga.
·         MISI:
1. Mewujudkan pemuda yang sehat, terampil, produktif, inovatif, mandiri, berprestasi, berdaya saing yang dilandasi iman dan taqwa.
2.  Memberdayakan dan mengembangkan potensi pemuda dalam bidang olahraga.
3. Membudayakan dan meningkatkan prestasi pemuda dalam bidang olahraga.

D. TUGAS DAN WEWENANG KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
1. Menteri Pemuda dan olahraga berkedudukan di sekretariat DEMA U (Student Center lt.1)
2. Tugas dan Wewenang
a)    Melaksanakan tugas Presiden mahasiswa dalam mengorganisir dan mengkoordinir kegiatan operasional bidang Pemuda dan Olahraga.
b)      Melaksanakan tugas Presiden mahasiswa atas dasar penunjukkan secara lisan atau tertulis, apabila Presiden mahasiswa berhalangan hadir.
c)      Dapat menandatangani surat keluar dan ke dalam bersama sekretaris, dalam hal yang bersifat umum sesuai dengan pembagian tugasnya atas sepengetahuan dan persetujuan Presma.
d)     Mengkoordinasi divisi-divisi dalam melaksanakan tugas-tugas serta program kerja yang telah disusun.
e)      Lebih berorientasi pada tugas-tugas dan kegiatan dalam organisasi.
f)       Bertanggungjawab atas Kemenpora kepada Presiden mahasiswa.
g)      Merealisasikan aspirasi mahasiswa untuk memajukan kegiatan di dalam internal/eksternal kampus dalam bidang pemuda dan olahraga
3. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, menteri olahrga dibantu oleh staf.

E.     PENGURUS KEMENTERIAN

No
Nama
NIM
Jurusan
Fakultas
Angkatan
Jabatan
1.
Hasan Ibadin
15410060
PAI
Ilmu  Tarbiyah dan Keguruan
2015
Ketua Kementrian
2.
Wika Nurmaysyah Putri
15120090
SKI
Adab dan Ilmu Budaya
2015
Sekretaris
3.
Ach. Attaubatul Ghulam
14510023
Studi Agama-agama
Ushuludin dan Pemikiran Islam
2014
Deputi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda
4.
Moch Anshori
14820108
Perbankan Syariah
Ekonomi dan Bisnis Islam
2014
Deputi pembudayaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga

F.        PROGRAM KERJA

No.
Program Kerja
waktu
Target
Tujuan
Anggaran



Kualitatif
Kuantitatif


1.
Mengadakan Koordinasi dengan UKM yang membidangi olahraga
Minimal 4 x (1 tahun)
Meningkatkan koordinasi dan kerja sama antara MENPORA dan pihak UKM
MENPORA beserta stafnya dan seluruh ketua dalam bidang olahraga
MENPORA mampu berkoordinasi dengan UKM yang membidangi seluruh bidang olahraga
Rp. 500.000,00
2.
Mengadakan pendelegasian setiap bidang olahraga dalam lingkup UIN SUKA untuk mengikuti even olahraga yang ada

Meningkatkan kemampuan dalam bidang setiap olahraga
Seluruh UKM dalam bidang olahraga
UKM mampu menjadi delegasi dalam bidang olahraga lingkup UIN SUKA
Rp. 4.000.000,00
3.
Mengadakan uji coba dengan kampus lain dalam bidang olahraga

Meningkatkan silaturahim antara sesama Universitas dan memperkuat mental juara dalamsetiap bidang olahraga
UKM Universitas lain
UKM mampu melakukan uji coba dengan kampus lain dalam bidang olahraga
Rp.6.000.000,00
4.
Peringatan Haornas
September
Menyatukan dan menumbukahan semangat olahraga dalam bidang masing-masing (olahraga) pada tingkat kampus, regional, mapun nasioanal
Sebagian dari seluruh jumlah kampus yang ada di Indonesia
Memperingati Hari olahraga Nasional
Rp.30.000.000,00
5.
Senam Mahasiswa
6 kali ( 1 tahun)
Menyatukan dan menumbuhkan  silaturohim antar mahasiswa  serta untuk membudayakan hidup sehat dengan berolahraga
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Mahasiswa bisa menjaga kesehatan melalui olahraga senam
Rp.1.000.000,00

G.      PENUTUP
Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi amal ibadah kita semua dalam mengemban amanah ini. Dan terakhir ada ungkapan dari sahabat Ali bin Abi Tholib ka. “ laisal fataa mayyaquulu ha dza abii, lakin fata mayyaquulu ha ana dza” Seorang pemuda sejati bukanlah dia yang mengatakan inilah ayahku, tetapi pemudi sejati adalah yang mengatakan ini lah Aku”.Selamat  dan mari berjuang. Salam mahasiswa.

Yogyakarta,                                        2018
Menteri

Hasan Ibadin
15410060

Pelatihan Kepemimpinan Bagi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Banyak orang yang tiap hari beraktivitas, namun dirinya tidak ada kesadaran untuk apa sebenarnya hidup. Rutinitas tanpa henti, permasalahan datang silih berganti, sampai akhirnya seorang manusia perlu merenungkan, apa yang telah dijalaninya, terkait kehidupan yang telah dilewatinya.
Untuk memotivasi mahasiswa agar mempunyai kesadaran diri menjadi pemimpin di lingkungan masyarakat, atau setidaknya dapat memimpin dirinya sendiri, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Agrowisata Amanah, Karangpandan, Karanganyar, Kamis-Sabtu (8-10/3).
Pelatihan dikemas dalam training motivasi yang dipandu oleh motivator Nanang Qosim Yusuf. Naqoy sebutan dari Nanang Qosim Yusuf menyampaikan materi one minute awareness. Selain itu, owner Agrowisata Amanah Sripomo berkesempatan membagi pengalaman kesuksesannya dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan sebuah area resto, penginapan, outbond, pertanian, peternakan, hingga pengolahan limbah terpadu yang dikelola sedemikian rupa hingga bisa memberdayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia menjadi lebih bermanfaat.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Waryono,M.Ag yang juga mengikuti kegiatan ini dari awal, mengungkapkan bahwa banyak alumni yang mengaku merasa betapa bermanfaatnya kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang dahulu diberikan di kampus, yang baru mereka rasakan ketika sudah terjun-membaur di masyarakat.
“Jadi, kegiatan seperti ini perlu, meskipun manfaatnya tidak akan segera anda rasakan saat ini. Mungkin beberapa tahun lagi, saat anda sudah membaur di masyarakat, saat anda sudah menjadi camat, lurah, dan lainnya. Dan kebetulan juga, berdasar pengamatan saya, ternyata alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu banyak yang menjadi pemimpin.” tutur Waryono.
Waryono mengharapkan dengan pelatihan tersebut, seratus mahasiswa yang mewakili 19 ribuan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan statusnya sebagai ketua dan pengurus di organisasinya masing-masing, bisa menemukan semangat baru, kesadaran baru, dan memberi pengaruh positif bagi organisasinya, hingga mahasiswa-mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lainnya. “Menjadi pemimpin bagi organisasinya, bermanfaat untuk kedepannya, dan setidaknya dapat memimpin dirinya sendiri” kata Waryono.
Sementara itu, menurut Naqoy mengubah perilaku, butuh waktu. Membiasakan diri untuk melakukan kebiasaan baru setidaknya membutuhkan waktu 21 hari. Banyak orang yang terjebak pada zona nyaman sebagai keadaan yang “good”. Hingga mereka tidak bisa melangkah menjadi “great”.
Naqoy membimbing peserta pelatihan untuk menetapkan tujuan hidup baru, menguatkan tekad, mengubah kebiasaan lama yang dianggap kurang baik, harus berubah menjadi lebih baik. Dari sebuah keadaan yang boleh jadi “good” menjadi “great”. Perubahan kebiasaan membutuhkan tekad, komitmen dan konsistensi/istiqomah.
Naqoy menambahkan banyak alasan yang mereka ungkapkan yang ternyata hal itulah yang menjadi batasan, hingga orang tidak mampu merubah pikiran dan dirinya. Naqoy menentukan rumus bahwa bagi orang sukses tidak mempunyai alasan-alasan itu. Kecuali hanya satu, yaitu tidak ada alasan. “Banyak diantaranya akhirnya menemukan kesadaran baru” kata Naqoy dari seorang marbot masjid, menjadi penutur kesadaran, penyampai motivasi yang diakui kapasitasnya di Indonesia saat ini.
Pada akhir acara peserta diajak mengaktualisasi diri dan melatih leadership malalui kegiatan outbond di area agrowisata Amanah, di lereng gunung Lawu yang sejuk, indah permai. Kegiatan ini berguna untuk meningkatkan kompetensi setiap individu,terbentuk sifat dan sikap mental mahasiswa. (ahmd-khabib/humas)

http://uin-suka.ac.id/id/web/liputan/detail/164/pelatihan-kepemimpinan-bagi-mahasiswa-uin-sunan-kalijaga-yogyakarta

Selasa, 06 Maret 2018

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Berhasil Juarai Telkom Hackathon 2018

Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fiki Septiawan yang tergabung dalam tim Gifood berhasil menjuarai kompetisi Telkom Hackhaton 2018. Kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini digelar untuk mendorong lahirnya generasi enterpreneur digital seta menantang anak muda kreatif dari seluruh Indonesia berkompetisi pengembangan aplikasi bisnis digital.
Setelah proses penjaringan dan serangkaian tahapan penjurian dari lebih dari 300 karya aplikasi yang dikirimkan, 20 peserta grand finalis mengikuti serangkaian acara mulai dari pendalaman API, pengumpulan prototype aplikasi, dan program coaching clinic oleh tim ahli agar mampu menyempurnakan aplikasi yang mereka kirimkan hingga proses presentasi penjurian serta pengumuman pemenang pada malam Grand Final yang diadakan di Bandung Digital Valley (Minggu (25/2).
Fiki dan rekan satu timnya (Gifood) berhasil menyabet penghargaan The Best General Category Appdan1stWinner serta berhak mendapatkan uang senilai empat puluh lima juta rupiah dan mendapat kesempatan untuk melaksanakan studi banding ke salah satu perusahaan digital dunia di Budapest, Hungaria.
Gifood adalah sebuah platform online untuk menghubungkan mereka yang memiliki makanan berlebih dengan mereka yang lebih membutuhkan. Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun memberikan apresiasi kepada seluruh finalis, khususnya para pemenang. "Selamat kepada para tim yang menjadi pemenang pada Telkom Hackathon 2018. Ajang ini kami selenggarakan untuk menjaring developer-developer terbaik Indonesia yang kreatif dan inovatif. Telkom Hackaton yang telah kami selenggarakan sejak tahun 2015 ini juga merupakan upaya Telkom dalam membangun ekosistem digital untuk memfasilitasi para entrepreneur digital Indonesia, khususnya generasi muda," ujar David.
Tim juri kompetisi ini terdiri dari tim internal PT. Telkom dan external. Juri internal PT Telkom antara lain diwakili Tri Gunadi, EVP Divisi Business Service PT Telkom Indonesia. Sedangkan tim juri eksternal terdiri dari pakar teknologi Indonesia yaitu Didik Partono Rudiarto dari ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia), Andy Zaki/MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Inovasi dan Komunikasi Indonesia), Prof. Richardus Eko Indrajit/APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia), Betty Alisjahbana/AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), dan I GustiManik/Rocklife Systems Inc.(habib/humas)
http://uin-suka.ac.id/id/web/liputan/detail/162/blog-post.html